Short
story u,u
Dia
masih bisa ku lihat, senyumannya, tawanya,suaranya dan raganya. Tapi ada satu
yang tidak bisa ku lihat darinya, yaitu hatinya. Dia sangat mudah terhasut,
juga mudah kecewa,tapi aku selalu berusaha untuk selalu ada saat dia butuh aku.
Ketika dia butuh aku, aku selalu berusaha untuk datang, berusaha ada untuknya,
ketika dia ingin menyerah, aku masih terus mendukungnya, mendukungnya agar dia
tetap terus semangat, semangat dan semangat.
Sampai
akhirnya 'dia' si gadis memberi seolah harapan pada dia temanku. Jujur aku
senang, aku dukung dia. Tapi dukunganku semua berubah setelahh aku tahu 'dia'
yang sebenarnya. 'dia' licik, 'dia' menyebalkan. Hingga akhirnya aku membenci
'dia' dan semakin aku tahun 'dia' mendekatiku temanku, aku mencoba rela,
asalkan 'dia' tidak menyakiti temanku. Tapi pada akhirnya, dia teman yang
sering sekali kecewa, yang baik, dan yang sangat polos itu, dia pergi begitu
saja ~
Tanpa
pernah menghiraukan aku lagi! Dia pergi begitu saja seolah aku hanyalah tempat
pelampias dia saja. Dan sekarang aku telah sadar, ternyata dia telah pergi
untuk 'dia' , untuk 'dia' dia mau untuk menjauh menghindar bahkan menghindar
dariku seolah menganggap aku takada. Dan sekarang aku sadar! Dia hanyalah satu
dari orang yang aku sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar