Andai kamu tahu !
Cerahnya mentari disiang hari
tidak mengulurkan niat ku untuk les, hari ini aku ada jadwal les dan memang
harus ikut les mau tak mau harus mau. Namaku Ferrin Eriyya aku duduk di bangku
kelas 9 smp, dan memang harus kalian tahu kelas 9 adalah wktu yang sangat
melelahkan berangkat pagi dan pulang sore. Back to story
Aku menuju tempat les dengan
della , dia temanku yang sangat dekat dari kelas 7 , aku selalu bersamanya
ketika sedang di sekolah.
" eh, gak usah les yuk ,
males " ungkap della padaku sambil mengusap peluh di dahinya
" kenapa? Capek? Segitu
aja?" jawabku nyolot
" ah , gitu tau deh yg
sering ikut olahraga jadinya nyolot gitu dah -_-" " jawab dia padaku
tapi aku hanya tersenyum kecil padanya.
boleh ku akui, postur
tubuhnya memang lebih besar dari padaku, dia sedikit gemuk, dan sedikit
menjengkelkan, apalagi saat dia mengeluh terhadap hal sepele rasanya aku sangat
muak sekali.
" ayo cepat, masa segini
aja udah capek ? Haha " panggilku yang lebih dahulu jalan kaki dari dia
" Fer tunggu dong, capek nih, mana panas banget
, oh my good " ungkap della padaku. Aku pun segera berhenti menunggu dia
dan tak lama dia datang
Aku masih tetap tersenyum
licik padanya seraya berkata
" ayo dong dell katanya
mau kurus tapi baru jalan stgah kilo aja udah capek. Haha, dikit lagi kok
" ungkap ku licik
" iya dong, sbar"
oh dady " ungkap dia
Aku hanya tersenyum berhenti
menunggu dia dan tak lama dia ada di smpingku
"eh ayo cepetan, gua
takut si rio udah dateng, kan gua gak enak ama dianya " ungkapku menarik
della
"eh fer sadar dong,
banyak yg suka ama , masa iya lo mau embat si rio juga, mending kalo yang suka
ama rio org yang gak lo kenal , tapi ini temen" deket lo semua fer "
ungkap della
Aku pun lagu diam tan
termenung mendengar ucapan yang baru saja dia ucapkan, boleh ku akui memang Rio
banyak sekali yang suka, dan setiap ku tanya mengapa, mereka mempunyai alasan
yg berbeda contohnya : dia baik, atau ganteng, atau manis, dan atau juga dia
begitu care terhadap wanita. Dan sekarang aku sedang jatuh cinta padanya,
sungguh hantu apa yg memasuki ku sehingga aku tbtb bisa jatuh cinta padanya,
mungkin saja karna kami dekat? Ah tapi entahlah. Lamunanku pun buyar setelah
della menyadarkan bahwa aku dan dia sudah sampai di tempat les.
"fer, udah sampe nih,
jangan bengong gitu ah " ucap della padaku
"eh, oh , iya della
" jawabku yg masih sedikit melamun, aku pun langsung melihat ke sudut
ruangan dan ternyata dio belom datang, dan fikirku "mungkin sebentar
lagi". Dan ternyata dugaanku benar sekali tak lama setelah aku dan della
datang dia pun datang dengan mengendarai sepeda motornya.
Rio segera menghampiriku dan
bekata " fer, gua mau certa ama lo, gua galau banget fer " ungkap rio
padaku
aku yg sedang melihat"
tugas pun kaget ketika dia berkata seperti itu
" galau? Kenapa ?"
tanyaku sedikit bingung karna menurutku Rio jarang sekali mengakui kalau dia
GALAU dan bahka selama aku kenal dia aku belum perna melihat dia galau
"ntar gua mau crta tapi
pulang les yah " ucap dia padaku
" hm, okok " jawab singkatku
Tak terasa 2 jam pun berlalu
aku segera merapihkan bukuku dan segera bersiap untuk pulang .
Rio pun menghampiri aku dan
della,
"Dell lo pulang sendiri
aja sono, nih ongkosnya gua kasih" ucap Rio menyodorkan uang 20rb
" Emg knpa?" tanya
della yg masih bingung
" tmen lo gua pinjem
bentar aja yaahh, mau yee udah sana husss" ucap Rio yng mengusir della
" okok " della
sudah pulang dan sekarang aku dan rio sedang di dekat parkir motor
" mau crta ape? Galau
nape lu? " tanya aku padanya
" jangan disini deh, ayo
Ferr " jawab dia sambil mengjak aku menaiki mtornya.
Skip
Akhirnya sampai, aku sekarang
sedang berada di alun* kota sambil duduk berdua dengannya tapi intinya ada
perasaan aneh dalam diri ku antara senang dan merasa bersalah, senang karna org
yg saat ini ku cinta ada di samping ku,dan merasa bersalah karna orang yang
saat ini disampingku adalah Orang yg teman*ku cinta. Ntahlah aku bingung
"eh, gua mau crta tapi
janji yah ini rahasia " ucap rio padaku
" hah? Heh? Iya* . Emg
apaan sih? Lo bikin gua penasaran tau gak " jawab ku
" inget yah RAHASIA,
yang tau cuma lo. Gua gak mau ini smpe bocor " ungkap dia
" iya...iya .. Knpa sih?
" tanyaku sedikit bingung
" gw...." ucap dia
dipotong
" iya? Knpa? Weh jgn
stgh2 dong :p" jawab ku yang manyun
" inget yah rahasia
banget" ucap dia ulang
" iya knpa? RIO"
jawabku
" gua lagi jatuh cinta
fer " ungkap dia
"oia?" aku kaget
" siapa orgnya " tanyaku sambil sedikit senang dan berharap orang itu
aku,
" orangnya itu yang yg
deket ama gua ferrin " ungkap dia
" hah? Siapa? " aku
semakin mikir ngelantur
" dia Aveira ,fer "
ungkap dia
" hah? " aku
langsung kacau dan kaget orang yg ku cinta ternyata Hatinya SUDAH dimiliki
orang lain, sungguh sakit tapi aku coba bertahan.
To be continue
Hari ini aku sengaja datang
pagi sekali ke sekolah yaitu pukul 05.50 karna aku dan rio sudah
merencanakannya kemarin, dia bilang dia ingin crta tentang aveira dan aku
dengan spontan mau, jam menujukan pukul 6 tepat pas sekali aku sudah ada di
sekolah dan sekarang aku menuju kelas. dan di kelas memang sudah ada rio yg
mungkin baru saja datang lebih awal dariku.
kreeekkk, bunyi pintu kelasku
Aku pun masuk kekelas dan
benar dugaanku dia sudah datang.
"heh? Lama amat lo
dtgnye " ucap dia padaku
" hehehe, sorry
kesiangan " jawabku menghampirinya
" kita mau crta dari
mane nih ? " tanya ku padanya
" ok, ferr gua suka ama
si aveira sejak baru* ini deh , gak tau kenapa pkoknya intinya gua suka ama dia
ferr, lo bantuin gue dong ferr buat dapetin si veira , yaya, mau ya' "
ucap dia padaku
aku langsung diam dan
berfikir sejenak, apa dia tidak sadar? Aku selama ini menyukainya? Sungguh
sakit hatiku, ngilu rasanya. Aku menyukai rio dan rio menyukai temanku aveira.
" hm, iya deh tar lo gua
bantu " ucap ku lirih
" ok deh sip " jawab
dia
" eh lo kenapa suka ama
veira? " tanyaku
" hmm, menurut gua dia
itu cakep, enak di ajak ngobrol trus ya gitu deh, " jawab dia padaku
Andai dia tahu, nyesek sakit
itu yang saat itu ku rasakan, dan selama kurang lebih stgh jam aku dan dia
membicarakan tentang veira , orang yang saat ini dia suka dan yang saat ini dia
incar.
" eh ferr, udah rame nih
" ucap dia
" eh, iya. Yodah lanjut
tar aja ya yo " ucap ku
"okok" jawabku
sungguh sakit hati ini.
Mungkin ini yang di bilang sahabat jadi cinta, aku tahu pasti dia tak pernah
sama sekali memikirkanku, tapi aku? Aku selalu saja memikirkannya. Dan jujur
aku sekarang merasa seperti orang yang munafik sekali, aku bilang padanya aku
akan membantu dia untuk bisa dekat dengan veira dan bahkan untuk bisa mendapatkan
veira, tapi sebenarnya di hatiku sangat sangat tidak iklas, apa harus veira?
Kenapa bukan aku? Aku memang munafik depan dia aku belaga tertawa ceria dan
merespon smua crta dia tentang veira dengan wajah senang yang padahal
sebenarnya hatiku sakit, aku harus mendengar secara langsung semua hal tentang
orang yang dia suka. Aku selalu mendukung dia dan selalu mensport dia agar dia
selalu berusaha mendapatkan veira, tapi apa kenyataannya?dalam hati ku berkata
semoga veira tidak mencintai rio.
To be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar