Cerita ini hanyalah cerita fiksi dan hanya sekedar imajinasi semata :)
Ulang tahun ku ke 13 :)
Hari ini aku resmi menjadi anak berusia 13 tahun dan aku cukup
bangga, waktu menunjukan pukul 00.00 aku masih menanti sms dari dia, dia
My Prince tapi belum juga ada sms dari dia? Apa dia tertidur? Hm
sudahlah itu tak masalah yang penting dia mengucapkan selamat ulang
tahun padaku #sangatberharap. Aku sampai lupa namaku syafina inddizia .
Aku pun memutus kan untuk tidur.
*****
Waktu menunjukan pukul 06.00 pagi, dan pas sekali aku baru bangun
tidur, aku segera mandi dan berpakaian,dan langsung mengecek Handphone
ku apakah ada sms dari My prince ku, tapi alhasil NILIH hanya ada pesan
dari beberapa orang saja, yang tak lain salah satunya az dan reza.
" ugh, sial aku hanya berharap " ungkap ku
aku segera pergi ke sekolah tanpa sarapan Lansung pergi saja.
At school
didepan kelasku sudah ada reza yang men cegat ku di depan pintu
" hei. Girl mau kemana? " tanya reza padaku yang jelas* jawabannya adalah masuk ke kelas
" mau kemana lagi kalau tak masuk kelas? " jawab ku "minggir kau " lanjut ku sambil mendorong dia.
dia hanya diam memandangku, dan segera mengikutiku ke tempat duduk ku
" apa lagi? " tanya ku dengan wajah cuek
" hm, selamat ulang tahun yah syaf " ucap dia sambil senyum
" hm, iya thanks " jawab ku sambil tersenyum kecut
Tak lama az datang dan langsung ke tempat dudukku,
" eh ada reza " ucap az sambil tersenyum
" syaf, slamat ulng tahun yah , semoga panjang umur sehat selalu
gak cuek gak galak bisa dewasa dan ..." ucap az yg sempat ku potong
" hei, santai az bicaranya aku bingung mendengar itu " jawab ku sedikit kesal
Reza dan az pun memandangku bingung
" ada apa syaf? Seharusnya kau senang hari ini kau ulang tahun " ucap reza
" aku sebel, sebel sekali " ungkap ku kecut
" kenapa syaf ?" tanya az
" Prince ku tak mengucapkan Happy birthday padaku " bentak ku
sambil memukul meja dan spontan semua siswa yang mengerjakan pr menengok
padaku aku pun melirik dan tersenyum
" maaf " ungkap ku tersenyum tak bersalah dan tak lama mereka semua mengerjakan prnya kembali.
Tak lama bel bunyi dan pelajaran dimulai
****
Bel pulang bunyi , aku, az dan reza segera keluar kelas dan segera naik angkutan umum
" kita mau kemana syaf ?" tanya az padaku
" terserah kalian, hari ini kalian aku traktir " ungkap ku
" bener, kita ke cafe sweetheart aja oke? " jawab az padaku
" aku setuju saja " ungkap reza
At cafe sweetheart
aku duduk di meja nomor 3 bersama teman*ku , tak lama setelah aku
datang, aku melihat Rafa *My princeku ada di meja nmor 8, sungguh ku
kaget dia berdua bersama putri , aku terus memandangi mereka lekat* dan
ternyata rafa mengobrol dengan putri begitu dekat sekali, jujur saja aku
cemburu melihatnya, melihat mereka berdua bercengkrama, aku kaget dan
akhirnya aku diam lesu
" mau pesan apa? " tanya pelayan ramah
" capucino 3 " ungkap reza
" mau makan apa syaf ?" tanya reza pada ku
" ..." aku masih diam
" Syaf? Syaf? " panggil rezaa
" hm? Iya? Apa saja aku sedang tidak selara makan kalian berdua saja " jawab ku
mereka berdua pun menatapku diam dan tak lama memesan makanan.
Setelah makan kami pun pulang ke rumah masing* termasuk aku. aku sampai
di rumah sekitar jam 5 lalu aku segera mandi. Seusai mandi aku duduk di
jendela kamarku sambil menunggu datangnya bintang. Waktu menunjukan
pukul 19.00 pas sekali malam itu malam minggu dan pas juga banyak
bintang bertebaran di atas langit, tak lama kemudia HP ku pun getar aku
segera mengambil HP ku dan duduk kembali di atas jendela, setelah ku
buka ternyata itu pesan dari rafa, wow betapa senangnya aku, aku
langsung membacanya
" Hai syaf sedang apa? Aku ingin ke rumahmu sekarang bisa kau tunjukan alamat mu padaku " Isi pesan rafa
" Aku sedang Menatap bintang. Jln Anugrah Teridah II Nmor 24 " balasku padanya
Sekitar 15 menit , mama memanggilku dan aku segera keluar dari
kamar dan melihat rafa malam ini keren sekali dia mengenakan kaos hitam
dengan celana levis dan tak lupa jacket abu* memang terlihat simple
namun itu keren sekali.
" hai syaf " sapa dia padaku
" hai , ada apa ? " tanyaku belaga cuek tapi kelinci di hati loncat*
" sibuk tidak ? " tanya dia
" tidak . Kenapa?"
" aku mau bicara sesuatu padamu " ungkap dia
" apa ?" jawab ku
" Happy birthday ya syaf " ungkap dia
aku kaget ternyata dia ingat ulng tahun ku. Aku pun mencoba tenang
" lalu? hanya itu saja ?" tanyaku
" ada lagi syaf " ungkap dia
" apa? "
Tiba* dia membisikiku " aku menyukaimu syaf " ungkap dia " apa kau menyukaimu ? " lanjut dia
Aku terdiam dan melotot seakan syaraf* ditubuhku lepas semua
" syaf ?" tanya dia
" kau mau mempermainkan ku? Tadi siang aku melihatmu dengan putri rafa " jwab ku
" haha, kena kau syaf, aku mengikutimu sejak pulng sekolah dan
aku sengaja mengajak putri untuk memilih kado untumu syaf " ungkap dia
"
...
. " aku dia dan tak habis fikir
" ini " dia membuka kotak berisi kalung berwarna putih mengkilat " kau suka ? " tanya dia kembali
Aku makin tak habis fikir , aku mencoba tenang
" kau bohong " ucap ku
Rafa kaget ketika ku ucap begitu
" tidak syaf , sungguh. Aku menyukaimu dan aku ingin menyatakannya ketika kau ulang tahun syaf " ungkap dia
" aku, aku " jawab ku gagap
" apakah kau mau menjadi pacar ku syaf ? " tanya rafa dengan sungguh
"
...
. " aku diam
" aku sungguh* syaf " tatapan mata yg penuh harap, penuh harap agar ku berkata iya
" iya " hanya kata itu yang keluar dari mulutku ya ampun aku jadi mati gaya di depan rafa namun aku mencoba untuk santai
"sungguh? " tanya rafa
" iya , aku juga menyukaimu. " ungkap ku
Rafa pun tersenyum lalu memakaikan kalung yg dia bawa pada ku, indah sekali kalung yang dia dan putri pilih
" selamat ulang tahun syaf. Kalung ini adalah kado ku untukmu , dan ku harap kau menyukainya " ucap dia yg tersenyum
"aku menyukainya " jwab ku singkat
Sungguh malam ini jadi malam yang sangat spesial bagiku karna aku
bisa mendapatkan orang yang ku sayang, hm suatu yg mustahil namun dapat
terwujud. Dan kalung pemberian dia akan selalu ku jaga :)
The end

Tidak ada komentar:
Posting Komentar