Sabtu, 24 Maret 2012

Baru ku sadar ada kau disini


Cerpen khayalan intan wkwk

Baru ku sadar ada kau disini :)

Pagi ini aku sedang duduk ditaman bangku panjang belakang sekolah, aku hanya sendiri si sana . ya menurutku itu adalah tempat yang aman untuk menyendiri. Hai namaku abilla az rahma, teman" lebih sering memanggilku az . Skip untuk perkenalan.

Aku termenung di bangku belakang sekolah sambil mendengarkan lagu yang ada di handphone ku . Aku hanya duduk sendiri dan tanpa terasa ku tetesan setitik demi sedikit air mata yang ada di mataku " sakit mendengar itu. apakah benar berita itu? Berita bahwa rafa telah resmi berpacaran dengan putri ? Aku memang bodoh, sudah jelas* rafa sama sekali tidak memiliki rasa apapun pada ku namun aku tetap keukeh untuk terus memperhatikan dan mendekatinya " gumamku sambil mengusap air mata yang ada di pipiku. Tiba" sreeeeeekkk,,, bunyi daun kering yang terinjak , aku pun menoleh dan tak lain dia adalah rangga teman dekatku yang selalu setia berada di sampingku saat susah maupun senang. " heh , ngapain kau disini ?" tanya rangga padaku

" mau ngapain kek suka* ku dong " jawabku belaga cuek padanya. Boleh ku akui dia sangat perhatian sekali pada ku walau aku terkesan cuek padanya namun ia tetap baik padaku.

" boleh aku duduk disini?" tanya dia padaku

" silakan " jawab ku sambil menunduk untuk menghapus air mata yng masih ada dipipiku.

" kau menangis az ?" tanya rangga sambil menatapku

" tidak. Mana mungkin aku menangis, yang benar saja kau " jawab ku menutupi semuanya. jujur saja aku tak mau kalau sampai ada seseorang yang tau kalau aku menangis ntah siapapun, baik keluarga atau bahkan teman dekat sekali pun.

" jangan bohong " tanya rangga sekali lagi

" oke aku jujur kalau iya kenapa?" jawabku

" oh tidak. Ternyata wanita kasar sepertimu masih bisa menangis. Haha. Ada apa? Ceritalah padaku" ucap dia padaku

" kau tidak perlu tau " gerutu ku " dan mungkin itu tidak penting bagimu, jadi untuk apa kau tau " lanjut ku

" siapa bilang itu tak penting, dasar bodoh.az, Beritahu ku. Apa yang membuatmu menangis? " tanya rangga memaksa

" memang mau tau sekali ? " tanya ku

" iya, karna aku yakin masalah besar yang menimpahmu hingga kau menangis seperti ini ." jawab dia

"...." aku terdiam dan menitihkan air mata kembali. Tiba* rangga megusap air mataku dengan jari*nya.

" apa karna rafa ?" tanya dia

"...."

" apakah sebesar itu rasa sayangmu hingga kau menitihkan air mata untuk seseorang yg tidak penting seperti dia, dia yang selalu tak pernah mengangapmu ada az " jelas dia padaku

" aku tau, mungkin aku tidak penting baginya namun bagiku dia sangat penting. Bahkan melebihi nyawaku " tegas ku padanya

" az? Sampai kapan kau terus mengejar dia, mengejar orang yng sama  sekali tak menganggapmu, bahkan sekarang dia sudah ada yang memiliki " tegas rangga padaku. Boleh ku akui adi memang dewasa maka dari itu aku sangat senang sekali berbagi cerita dengannya. Walau pada akhirnya kami saling ngambek karna sama* keras kepala.

" kau tak mengerti rangga, aku sudah berusaha lupakan dia namun hasilnya NIHIL " jawab ku

Rangga pun terdiam.

" sudah aku mau pulang " ucap ku sambil meninggalkan dia

" jangan lupa , dengan pesta osis angkatan kita nanti malam aku sangat mengharapkan kau datang " ucap dia smbil menahan tanganku

" pasti " aku tersenyum Sambil meninggalkan dia

" andai kau tau az bahwa aku sangat menyayangimu. Aku ingin kau jadi miliku az, namun kau masih keukeh untuk menyayangi rafa. Bodoh kau az " gumam rangga dalam hati

                             *****

Malam pun tiba, pesta pun sudah dimulai dan aku pergi ke tempat pesta dengan anggun aku mengenakan drees selutut berwarna ungu dan rambutku yg indah pun digerai.

Skip

Skip


Tiba di tempat pesta

" aku masih belum bisa terima rafa berpacaran dengan putri, apakah nanti dia akan mengumumkan itu semua? Tapi ku yakin pasti tidak, dan semoga saja tidak "

tiba" ada yang menepuk ku dan tak lain dia adalah rangga. rangga menatapku dari atas hingga bawah sampai terbengong*.

" ada apa? Ada yang aneh?" tanyaku padanya

" emm, tidak tidak. Hanya saja malam ini kau terlihat berbeda sekali az " jawab dia masih membeo

" beda ? "

" ya, kau terlihat cantik sekali. " jawab dia. Aku tersenyum dan tiba" ada rafa dan putri menyapaku. Sial putri tampak lebih cantik dari aku.

" hei. Cepat berkumpul sebentar lagi aku akan mengumumkan berita bahwa ku telat resmi berpacaran dengan putri " ucap rafa terhadapku.

Aku langsung diam, ntah sekarang kata apa yang harus ku ucapkan , tubuhku terasa lemah mendengar itu semua aku pun segera pergi dari pesta itu dan tak lain tempat tujuan ku adalah bangku belakang sekolah.

Aku duduk dan menangis disana , menangis sejadi jadinya, dan tiba" rangga ada di samping ku dan duduk merangkulku

" sudah jangan menangis " ucap dia padaku

" jangan menangis? sadar kau tadi dia ucap apa? Dia akan mengumumkan hubungannya dengan putri " jawabku sambil menangis

" aku tau, az tapi kau juga harus sadar bahwa disini ada aku az, aku seseorang yang menyayangimu az " tegasnya padaku

" apa?" aku kaget

" aku sangat menyayangimu, tetapi aku tak mau mengungkapkannya karna aku tau kau sangat menyayangi rafa. Tapi sekarang aku sudah terima resiko untuk mengungkapkannya padamu az "

"...." aku terdiam

" az, boleh kah aku menjadi pengganti rafa di hatimu ? " Tanya dia padaku

"...." aku masih diam

"az, aku takkan kecewakanmu dan aku akan selalu menyayangimu. Aku juga akan berusaha untuk menghilangkan rasa sayangmu pada rafa  "

" aku tak tau "

" az, aku sayang padamu sejak lama, dan sejak kita bertemu. " ungkap Rangga

" jujur aku menyukai mu tapi .." jawabku

" tapi apa az? Aku akan menyayangimu selalu dan selamanya, mau kah kau jadi kekasihku ? "

"emm, aku bingung " jawabku

Tiba" dia mengecup keningku dengan lembut dan aku pun Mencoba untuk tenang.

" aku butuh jawaban itu sekarang az " tanya dia

" baiklah , aku mau " jawabku sambil tersenyum dan tampak lesung pipiku

" serius ?" tanya dia

" iya. Tapi.." jawabku

" tapi apalagi az?" tanya dia

" janji takkan menyakiti ? " tanyaku meyakinkan

" iya az :) " jawabnya tersnyum.

Aku pun tersenyum. Aku pun baru sadar ternyata ada seseorang yang menyayangiku dan ternyata dia adalah temanku, dan kini aku akan berusa untuk melupakan rafa dari hidupku :)


THE END :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar